Menentukan tarif air yang tepat adalah kunci agar pengelolaan air desa berkelanjutan. Tarif yang terlalu murah membuat kas defisit; terlalu mahal memberatkan warga. Berikut langkah praktisnya.
1. Hitung total biaya operasional bulanan
Kumpulkan semua biaya rutin: listrik pompa, perawatan jaringan, honor petugas, biaya administrasi, dan cadangan perbaikan.
2. Perkirakan total pemakaian air (m³) per bulan
Lihat rata-rata pemakaian seluruh pelanggan. Misal 200 pelanggan × 10 m³ = 2.000 m³/bulan.
3. Tarif dasar = Biaya ÷ Pemakaian
Contoh: Rp 5.000.000 ÷ 2.000 m³ = Rp 2.500/m³. Tambahkan margin kecil untuk kas pengembangan.
4. Pertimbangkan tarif berjenjang
Pemakaian 0–10 m³ lebih murah (kebutuhan dasar), di atasnya lebih mahal (mendorong hemat). AirDesa mendukung tarif flat maupun berjenjang.
Tip: Dengan AirDesa, tarif diatur sekali lalu tagihan dihitung otomatis tiap bulan.
